Selasa, 29 Oktober 2013

Cara Alami Agar Sistem Pencernaan Tetap Sehat


Pola makan yang tidak sehat serta gaya hidup modern berpengaruh besar terhadap kinerja enzim pencernaan dan menyebabkan gangguan pencernaan. Anda perlu meningkatkan kesehatan pencernaan dengan cara yang alami agar terhindar dari masalah pencernaan.

Mikroba yang berkembang di usus berjumlah 10 kali lebih banyak dari jumlah keseluruhan mikroba pada keseluruhan sel-sel di seluruh tubuh. Spesies mikroba di usus berfungsi untuk memecah makanan yang Anda makan menjadi potongan-potongan kecil dan menyerap nutrisi ke dalam aliran darah.

Mikroba tersebut juga membantu detoksifikasi dan sistem kekebalan tubuh. Jumlah mikroba dalam usus harus sesuai dengan rasio 85:15. Apabila jumlahnya tidak sesuai dengan rasio tersebut, maka mikroba dapat bersifat patogen atau menyebabkan penyakit, seperti peradangan kronis di usus dan masalah pencernaan lain.

Berikut 4 hal yang perlu Anda perhatikan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan Anda secara alami, seperti dilansir naturalnews, Selasa (3/7/2012) antara lain:

1. Minum air murni

Air bersih sangat penting bagi pencernaan yang sehat, tetapi kini kebanyakan orang minum air yang telah tercemar klorin dan desinfektan lainnya. Klorin dapat mensterilkan air dan ketika dikonsumsi juga akan menstrerilkan tubuh.

Dengan demikian, rasio mikroba dalam usus sudah tidak seimbang lagi, sehingga tubuh lebih rentan terhadap spesies patogen seperti Candida, yang dapat menyebabkan masalah pada pencernaan.
Air yang paling baik untuk dikonsumsi adalah yang berasal dari mata air alami atau yang telah melewati sistem penyaringan reverse osmosis. Mata air alami sering mengandung beberapa bakteri sehat yang baik untuk pencernaan Anda.

2. Makan makanan anti-inflamasi

Makan makanan anti-inflamasi seperti produk kelapa, alpukat, minyak zaitun, buah & sayuran dapat mengurangi aktivitas inflamasi dalam tubuh dan membantu menyembuhkan usus. Cuka sari apel atau perasan lemon segar juga dapat membantu tubuh mencerna protein yang berat.

3. Makanan fermentasi meningkatkan fungsi pencernaan

Makanan yang difermentasi secara alami dapat membantu melindungi usus dengan spesies mikroba sehat. Produk susu yang difermentasi, keju dan kimchi mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan.

4. Menambahkan bumbu herbal ke dalam masakan

Tanaman herbal yang berkhasiat seperti kunyit, bawang putih dan bawang merah harus digunakan sebanyak mungkin untuk meningkatkan koordinasi kekebalan tubuh. Tumbuhan herbal karminatif mampu merangsang sistem pencernaan tubuh untuk bekerja lebih baik, karena bekerja efektif mengusir gas dalam perut dan mengurangi rasa sakit di lambung dan usus.

Tumbuh-tumbuhan karminatif antara lain ketumbar, kayu manis, jahe, adas, cengkeh, jintan, peppermint, dan kunyit. Tumbuhan ini juga membantu merangsang keluarnya tinja yang nyaman untuk orang yang menderita sembelit kronis.

Senin, 21 Oktober 2013

Gangguan Pencernaan Pada Ibu Hamil


Gangguan pencernaan atau dispepsia adalah rasa nyeri yang berhubungan dengan rasa nyeri bagian atas biasanya beberapa keluhan terjadi seperti mual, muntah, kembung serta perasaan kenyang. Gangguan ini disebabkan oleh perubahan hormonal selama kehamilan yang menekan perut anda. Sebanyak delapan dari sepuluh wanita mengalami gangguan pencernaan pada beberapa titik selama kehamilan mereka. Gejala-gejala gangguan pencernaan dapat mencakup perasaan cepat kenyang, merasa sakit atau mual, dan bersendawa. Gejala biasanya datang setelah anda menyantap beberapa makanan. Anda dapat membantu meringankan ketidaknyamanan pencernaan dan mulas dengan membuat perubahan konsumsi makan tertentu dan gaya hidup, dan pengobatan yang aman untuk kehamilan. Bicaralah dengan bidan atau dokter kandungan.
Gejala gangguan pencernaan

Gejala gangguan pencernaan dan mulas pada kehamilan sama seperti kondisi umunya. Gejala utama adalah nyeri atau rasa tidak nyaman di dada atau perut. Hal ini biasanya terjadi setelah makan atau minum, tetapi kadang-kadang sebelum anda makan sehingga mengurangi konsumsi makan tertentu. Pada minggu ke 27 gangguan pencernaan akan meningkat dua kali lipat. Bagi anda yang sedang hamil gangguan pencernaan akan mengakibatkan beberapa kondisi :

    Mulas, sensasi terbakar yang disebabkan oleh asam melewati dari perut ke kerongkongan
    Merasa tidak nyaman
    Bersendawa
    Kembung
    Mual dan muntah

Penyebab gangguan pencernaan pada kehamilan

Gejala-gejala gangguan pencernaan (dispepsia), termasuk mulas, disebabkan oleh asam lambung datang ke dalam kontak dengan lapisan pelindung sensitif (mukosa) dari sistem pencernaan Anda. Asam lambung memecah mukosa, yang menyebabkan iritasi dan menyebabkan gejala gangguan pencernaan. Bila Anda sedang hamil, Anda lebih mungkin untuk memiliki gangguan pencernaan karena:

    Perubahan hormonal selama kehamilan
    Rahim Anda tumbuh membesar sehingga menekan perut Anda
    Anda memiliki gangguan pencernaan sebelum Anda hamil
    Anda berada di tahap terakhir dari kehamilan (trimester ketiga)

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin dapat mengontrol pencernaan Anda dengan membuat perubahan pada cara makan. Sebagai contoh mungkin membantu untuk makan makanan kecil lebih sering, daripada makan besar tiga kali sehari sehingga membantu pencernaan anda, menghindari makan dalam waktu tiga jam untuk pergi tidur di malam hari, duduk tegak ketika Anda makan karena ini akan mengambil tekanan dari perut Anda selain itu mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap hari akan membantu anda dalam mengatasi gangguan pencernaan. Minum segelas susu dapat meredakan mulas, anda dapat menyediakan segelas susu disamping tempat tidur anda sehingga membantu anda dalam mengatasi gangguan pencernaan yang menggagu tidur anda.

Membuat catatan dari setiap makanan tertentu, minuman atau kegiatan yang tampaknya membuat pencernaan Anda lebih parah dan menghindainya jika memungkinkan. Seperti menghindari makanan yang pedas dan berlemak, mengurangi konsumsi kafein, teh, kopi dan minuman soda. Dalam beberapa kasus, perubahan pola makan dan gaya hidup mungkin cukup untuk mengontrol pencernaan, terutama jika gejalanya ringan. Akan tetapi jika Anda memiliki gangguan pencernaan yang parah maka dokter atau bidan dapat menyarankan menggunakan obat untuk membantu meringankan gejala-gejala Pada saat anda akan melakukan istirahat anda dapat menggunakan beberapa bantal untuk mengganjal kepala dan bahu ke atas atau menaikan kepala ke tempat tidur sehingga membantu mencegah asam lambung bergerak ke kerongkongan Anda saat Anda tidur.
Semoga semua diberi kesehatan ya bund dan artikel diatas semoga bermanfaat :)


Rabu, 09 Oktober 2013

Menjaga Pencernaan Sehat


Puasa membuat pola makan berubah, membuat tubuh melakukan detoksifikasi, dan mengambil energi dari cadangan lemak. Puasa pada dasarnya membuat tubuh kita lebih sehat.

Namun, tak sedikit yang mengalami kondisi sebaliknya, yaitu mengalami gangguan pencernaan kala puasa. Untuk itu, penting menjaga pola makan dan menjaga sistem pencernaan agar senantiasa sehat.

Dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam mengatakan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan bagi yang ingin berpuasa agar tak mengalami masalah pencernaan atau bagi yang mempunyai penyakit kronis pada pencernaan.

Hal yang paling penting adalah penuhi gizi seimbang dengan makanan bervariasi dan tidak melewatkan sahur serta menyegerakan berbuka.

“Minum air putih yang banyak serta mengunyah makanan lebih lama, itu bagus untuk pencernaan,” kata dokter yang bertugas di RS Cipto Mangunkusumo ini, Rabu (24/7).

Mengonsumsi minuman yang mengandung probiotik merupakan salah satu cara untuk melancarkan sistem pencernaan dalam tubuh. Probiotik mengandung mikroorganisme hidup yang bekerja meningkatkan kesehatan dengan cara menjaga dan memperbaiki keseimbangan flora dalam usus.

Ketika dicerna, sisa makanan dalam usus tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas makanan yang dikonsumsi, tapi juga oleh keseimbangan mikroflora dalam usus. Konsumsi probiotik dapat membantu menjaga fungsi pencernaan dan memperlancarnya.

Minuman probiotik bisa dikonsumsi untuk berbuka puasa. Karena berisikan mikroorganisme (bakteri-bakteri) yang baik bagi tubuh.

Minuman ini bisa melapisi dinding-dinding usus halus dengan bakteri baik yang berguna untuk mencerna makanan dan membuat kadar bakteri jahat yang sifatnya parasit di usus jumlahnya menjadi normal.

Selama berpuasa, usus dipenuhi dengan bakteri jahat yang berkembang dengan cepatnya dan bisa membuat tubuh mengalami gangguan pencernaan, paling buruk adalah tifus, yang berarti bakteri-bakteri jahat, seperti Escherichia coli, telah sukses membuat usus luka dan berlubang.

Menurut Ari, makanan yang berlebihan porsinya, terutama kala berbuka, sebaiknya dihindari. Namun, jika porsi yang diperbanyak adalah buah dan sayur, tak mengapa. Sebaiknya, berbuka tidak langsung makan besar agar perut tidak kaget.

Paling bagus, menurutnya, adalah berbuka dengan air putih yang sesuai dengan suhu tubuh, kemudian mengonsumsi makanan manis agar energi cepat pulih. “Setelah itu, rileks sebentar, bisa diisi dengan shalat Maghrib, kemudian baru makan besar,” ujar Ari.

Penyelaan menuju makan besar ini bermanfaat agar sistem pencernaan bersiap menerima kerja berat dari makan besar. Cara itu sehat bagi pencernaan karena saat perut kosong di siang hari, terjadi peningkatan asam lambung.

Padahal, tidak ada makanan yang masuk sehingga lambung pun dipenuhi oleh asam-asam pencerna makanan. Jika orang menderita gangguan mag, akan terasa nyeri di ulu hati pada minggu-minggu pertama puasa karena dalam hal ini perut belum terbiasa.

Agar terhindar dari nyeri ulu hati, barang siapa yang berpuasa harus tepat memilih makanan, terutama kala berbuka. Hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat.

Sebagai contoh kol, sawi, nangka, pisang ambon, kedondong, dan minuman bersoda. Agar asam lambung tak meningkat, hindari mengonsumsi makanan yang sulit dicerna sehingga memperlambat pengosongan lambung. Misalnya, makanan berlemak, makanan yang digoreng, cokelat, dan keju.

Makanan-makanan ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung. Jenis makanan tersebut bisa melemahkan klep kerongkongan bawah yang menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan. “Bisa membuat mual dan muntah,” kata Ari.

Jenis makanan yang paling dihindari adalah makanan yang bisa merusak dinding lambung secara langsung apalagi dimakan ketika lambung dalam keadaan kosong.

Antara lain, makanan yang banyak mengandung cuka, merica, pedas, dan bumbu yang kuat. Hindari pula makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung, misalnya kopi, sari buah yang rasanya asam, serta susu dengan krim.

Gangguan pencernaan lain yang sering ditemukan pada pasien Ari yang berpuasa adalah diare yang umumnya timbul pada pagi hari. Penyebab diare karena mengonsumsi makanan yang kurang sesuai dengan pola makan yang berubah.

Paling banyak penyebabnya, yakni makan terlalu pedas, asam, atau banyak mengandung cokelat. Makanan lain yang bisa menjadi pemicu terkena diare adalah makanan yang sudah terkontaminasi bakteri E Coli terlalu banyak, basi, kedaluwarsa, berjamur, berbau tengik, dan kondisi tak layak makan lainnya.

Selasa, 01 Oktober 2013

Cara Kerja Pencernaan


Pada dasarnya sistem pencernaan merupakan satu tabung panjang yang dimulai dari mulut Anda, dilanjutkan turun hingga tenggorokan menuju perut Anda kemudian diteruskan ke usus kecil dan besar hingga rectum dan berakhir di anus.

Dalam perjalanan ini, makanan akan diubah menjadi zat kimia yang dapat diserap tubuh untuk digunakan sebagai energi atau membangun jaringan tubuh yang baru.
Proses Pencernaan Makanan

Pada dasarnya proses pencernaan makanan dibagi dalam dua bagian, yaitu:

    Pencernaan mekanikal. Proses ini terjadi pada mulut dan perut Anda. Gigi anda mengunyah dan memecah makanan menjadi bagian kecil yang dapat Anda telan tanpa tersedak. Dalam perut Anda, proses ini berlanjut dan terus memecah makanan menjadi partikel yang lebih kecil lagi.
    Pencernaan kimiawi. Terjadi pada setiap poin proses pencernaan dalam tubuh di mana enzim dan zat lain seperti hydrochloric acid (berasal dari sel yang terdapat pada jalur menuju perut) dan bile (berasal dari kantung empedu) melelehkan makanan kemudian melepaskan nutrisi yang terkandung agar terserap tubuh.

Memahami Bagaimana Tubuh Mencerna Makanan

Inilah kronologis proses pencernaan makanan dalam tubuh kita yang terjadi setiap setiap hari.

        Mata dan hidung

        Saat Anda melihat makanan lezat, otak akan merespon dengan merangsang organ pencernaan untuk bersiap-siap menerima makanan. Sedangkan bau atau aroma dari makanan lezat dikirimkan melalui sebuah molekul yang terbang dari permukaan makanan menuju ke membran dalam hidung Anda, merangsang sel penerima (reseptor) yang terdapat pada sebuah saraf yang terbentang dari hidung hingga otak Anda.

        Saat sel penerima tersebut berkomunikasi dengan otak Anda, otak akan memberikan perintah untuk, mengeluarkan air liur, memanasi perut dan siagakan usus kecil. Dengan kata lain, penglihatan dan pembauan dari makan menyebabkan mulut berair (mengeluarkan air liur) dan perut Anda berbunyi karena merespon perasaan lapar yang muncul.
        Mulut

        Saat Anda mengangkat sendok menuju mulut Anda, gigi dan kelenjar saliva mulai beraksi. Gigi Anda mengunyah, menghancurkan makanan, memecahnya menjadi lebih kecil, sehingga hasilnya, Anda dapat menelan tanpa tersedak dan membantu enzim pencernaan mencerna makanan dengan lebih baik.

        Pada saat yang bersamaan, kelenjar air liur di bawah lidah dan di belakang mulut Anda mengeluarkan cairan atau air liur, yang berguna untuk melembabkan dan mengatur makanan sedemikian rupa sehingga lidah Anda dapat mendorongnya ke belakang mulut lalu menelannya, dan menyediakan amylase, enzim yang memulai pencernaan karbohidrat kompleks, memecah molekul karbohidrat tersebut menjadi gula.


Saluran-PencernaanSaluran-Pencernaan

    Perut

    Perut Anda dikelilingi oleh otot yang kuat yang bisa melakukan suatu kontraksi yang disebut peristalsis. Tujuannya untuk menggerakkan makanan perlahan melalui perut Anda menuju semacam tempat yang secara mekanis memecah makanan yang sudah hancur setelah di kunyah menjadi partikel yang lebih kecil lagi. Sementara proses ini berjalan, sel-sel pada dinding perut mengeluarkan semacam cairan yang berupa enzim, hydrochloric acid dan lendir (lendir ini melindungi perut dari hydrochloric acid dan enzim).

    Salah satu enzim perut yaitu gastric alkohol dehydrogenase, mencerna sejumlah kecil alkohol, nutrisi yang tidak biasanya yang dapat diserap langsung menuju aliran darah Anda meskipun belum dicerna. Enzim yang lain, seperti cairan dari perut, memulai pencernaan protein dan lemak, memisahkannya dari komponen dasar makanan yaitu asam amino (dari protein) dan asam lemak.

    Sebagian besar, pencernaan karbohidrat agak terhambat meskipun sementara, terhambat di perut, karena cairan perut yang sangat asam sehingga mengnon-aktifkan amylase, enzim pada air liur yang memecah karbohidrat kompleks menjadi gula biasa. Asam dalam perut dapat memecah beberapa ikatan karbohidrat, dengan demikian pencernaan karbohidrat juga terjadi walau sedikit.

    Pada akhirnya, makanan dalam perut Anda tercampur isinya menjadi sebuah sup yang disebut chyme. Saat sup ini sedikit tumpah melewati perut melalui usus kecil, proses pencernaan karbohidrat berlanjut dan tubuh Anda mulai menyerap nutrisi dari makanan yang masuk.
    Usus Kecil

    Saat 'sup' tumpah dari perut menuju bagian usus kecil ini, ada cairan baru yang ikut dilepaskan, yaitu:
        Enzim pankreas dan usus yang menyelesaikan proses pencernaan protein menjadi asam amino dan membantu mencerna lemak serta karbohidrat
        Air empedu, cairan berwarna kehijau-hijauan (terbuat di liver dan disimpan di kantung empedu) yang membantu mencampur lemak dengan air.
        Cairan alkalin pankreas yang membantu mengurangi keasaman 'sup' sehingga amilase dapat membantu secara total mengubah karbohidrat kompleks menjadi gula biasa.
        Dehidrogenase alkohol dalam usus yang membantu mencerna alkohol yang tidak terserap ke dalam aliran darah Anda.

    Saat zat kimia ini sedang bekerja, kontraksi peristaltic di usus kecil menggerakkan makanan melewati sebuah tabung atau lorong sehingga tubuh Anda dapat menyerap gula, asam amino, asam lemak, vitamin dan mineral masuk ke dalam sel pada dinding usus.
    Usus Besar

    Usus besar, tugas utamanya adalah menyerap air dari makanan yang tidak dapat diserap kemudian memerasnya hingga tertinggal sisanya yang berbau dan dibuang melalui anus yang dikenal dengan sebutan feses. Feses terbuat dari material makanan yang tidak dapat dicerna, ditambah dengan sel yang mengelupaskan lapisan dinding usus, dan bakteri yang cukup banyak.

    Peran bakteri dalam usus besar antara lain, memecah nitrogen yang tidak tercerna, menghasilkan gas metan, karbondioksida, dan hidrogen, serta berguna memproses serat untuk menghasilkan short chain fatty acids yang melindungi sel usus besar dari kerusakan akibat kanker.

Itulah proses perjalanan panjang makanan dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, sayangi kesehatan pencernaan Anda dengan mengkonsumsi makanan sehat agar bisa bekerja sesuai dengan fungsinya. Semoga bermanfaat.