Jumat, 30 Agustus 2013

Makanan Terbaik Dan Terburuk Bagi Pencernaan


Menurut penelitian terbaru dalam jurnal Nature Immunology, sayuran dan buah-buahan adalah makanan terbaik bagi pencernaan. Selain itu, ada berbagai makanan lain yang baik dan juga buruk untuk pencernaan yang perlu Anda ketahui. Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Huffington Post berikut ini.

Buah dan sayur
Kedua makanan tersebut bagi pencernaan karena mengandung serat tinggi. Serat sendiri merupakan salah satu nutrisi yang berkhasiat untuk melancarkan buang air besar.

Gandum utuh
Beberapa jenis makanan yang terbuat dari gandum utuh adalah brown rice dan tepung gandum. Sama seperti buah dan sayur, gandum utuh kaya akan serat dan baik bagi pencernaan.

Pisang
Salah satu buah yang memiliki manfaat kesehatan spesifik bagi pencernaan adalah pisang. Buah yang satu ini aman di lambung dan cocok dikonsumsi ketika Anda mengalami muntah dan diare.

Air putih
Air putih memang sebenarnya bukan termasuk makanan, namun minuman ini juga baik bagi pencernaan. Sebab air membantu usus mendorong makanan untuk diproses dalam sistem pencernaan.

Jahe
Rempah seperti jahe, kunyit, dan peppermint adalah solusi alami untuk mengatasi masalah perut. Cobalah menikmati teh jahe atau peppermint untuk membuat perut terasa lebih nyaman.

Yogurt
Yogurt dan makanan kaya probiotik lainnya juga baik bagi sistem pencernaan. Di dalamnya mengandung bakteri baik yang membunuh bakteri jahat di dalam usus.

Asparagus
Berikutnya ada asparagus, makanan yang mengandung prebiotik. Prebiotik mengandung serat yang dibutuhkan oleh probiotik agar jumlahnya bisa berlipat ganda. Jadi jangan ragu makan asparagus, bawang bombai, dan kacang-kacangan yang juga kaya probiotik demi menjaga kesehatan pencernaan.

Makanan pedas
Sekarang beralih pada makanan yang terburuk untuk pencernaan. Pertama, ada makanan pedas karena sifatnya yang bisa memicu refluksi asam lambung bagi beberapa orang.

Kafein
Sama seperti makanan pedas, kafein juga memicu refluksi asam lambung sehingga membuat makanan terancam naik kembali ke kerongkongan. Jadi minuman berkafein seperti kopi termasuk dalam konsumsi yang buruk bagi pencernaan.

Soda
Soda atau minuman yang asam lain pun memiliki sifat seperti makanan pedas dan soda. Jangan meminumnya jika tidak ingin mengalami masalah dalam sistem pencernaan.

Lemak jenuh
Beberapa makanan berlemak jenuh bukan cuma membuat gemuk, tetapi juga buruk bagi pencernaan. Sebab makanan berlemak jenuh meningkatkan risiko diare karena tubuh kesulitan dalam menyerap lemak.

Alkohol
Alkohol termasuk dalam makanan berikutnya yang buruk bagi pencernaan. Sifatnya adalah memicu refluksi asam lambung dan inflamasi dalam lambung.

Susu
Terakhir, ada susu yang membuat perut kembung. Terutama bagi orang-orang yang memiliki intoleransi laktosa. Susu yang dimaksud di sini pun adalah yang berasal dari sapi.

Itulah berbagai makanan sekaligus makanan terbaik dan terburuk untuk pencernaan.
Semoga manfaat:)

Rabu, 21 Agustus 2013

Prinsip Memilih Makanan Yang Baik untuk Pencernaan Si Buah Hati


Bayi memerlukan perhatian exstra karena dia belum mampu melakukan segala sesuatunya sendiri. Kita sebagai orangtua akan melakukan apapun demi bayi kita. Sebelum bayi kita lahir kita pasti sudah mempersiapkan segala sesuatu keperluan mulai dari pakaian bayi, selimut bayi, susu tambahan. Masing-masing aspek mempunyai dampak bagi kesehatan dan juga pertumbuhan bayi kita. Lingkungan sehat serta nutrisi tambahan serta kondisi lingkungan yang higienis membuat pertumbuhan bayi lebih optimal.

Makanan sangat menentukan pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi. Bayi tumbuh lebih cepat dari orang dewasa, dan dalam setiap pertumbuhan memerlukan nutrisi yang cukup. Pertumbuhan yang cepat memerlukan asupan nutrisi yang exstra dan makanan yang baik. Makanan harus sehat, segar dan kaya nutrisi sehingga dapat membentuk tubuh bayi menjadi sempurna.

Satu yang harus diingat bahwa apa yang baik untuk orang dewasa tidaklah selalu baik untuk bayi. Meskipuun tubuh bayi serupa dengan tubuh orang dewasa, tetapi sistem jasmani mereka belum terbentuk secara sempurna, sehingga mereka memerlukan nutrisi exstra untuk memenuhi pertumbuhan bagi kebutuhan sel-sel dan sistem kekebalan tubuh bayi.

Di tahun-tahun pertama, sistim pencernaan tubuh bayi belum kuat sehingga perutnya belum bisa mencerna  makanan yang kita berikan, sehingga sangat tergantung pada susu ibu. Susu ibu adalah makanan bayi yang penuh nutrisi dan kaya akan zat pembangun kekebalan tubuh bayi.

Gigi bayi akan tumbuh setelah 9 bulan dilahirkan, sampai saat itu bayi kita sangat tergantung pada susu ibu dan pada beberapa kasus memerlukan makanan suplement yang sudah diformulasikan secara hati-hati.

Susu ibu mengandung nutrisi yang sangat lengkap untuk bayi saampai bayi bisa menggigit. Bermacam-macam vitamin, mineral, protein, carbonhidrat dan lemak sangat di butuhkan oleh bayi. Ini dapat kita dapatkan dari sayuran, telur, dan beberapa makanan hewani. Kita harus hati-hati dalam memilih makanan mana yang baik untuk bayi kita.

Dalam beberapa kasus dimana susu ibu hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali makanan bayi pasti akan berubah drastis. Ada banyak makanan bayi yang tersedia di pasar sebagai pengganti kurangnya susu ibu. makanan tersebut biasanya kaya akan vitamin, mineral dan banyak nutrisi lainnya, tapi untuk memulainya kita sebaiknya berkonsultasi kepada neonatologist terlebih dahulu. pemberian makanan bayi ini tergantung pada umur dan berat bayi, bisa juga dikombinasikan dengan air putih dan susu. Anda bisa memilih makanan yang bersertipikat dari badan POM dan Depkes.

Apa yang dapat kita berikan pada bayi kita? Tubuh bayi belum bisa mencerna semua makanan yng kita berikan, sehingga tidak semua makanan boleh kita berikan kepada bayi kita, satu kriteria makanan yang harus kita penuhi untuk bayi kita yaitu makanan yang harus kita pilih harus mengandung nutrisi yang dapat mendukung pertumbuhan dan kekebalan tubuh.

Di tahun ke dua, umumnya bayi memerlukan susu fullcream dan keju untuk dapat menyerap vitamin dan mineral penting. Pada beberapa bayi, susu sapi dapat menimbulkan alergi, kita dapat menggantinya dengan susu kambing. Makanan lain yang dapat menimbulkan alergi pada bayi adalah putih telur, kacang tanah, kacang kedelai, ikan, buah pir, makanan ini bisa menimbulkan alergi pada tubuh bayi.

Tubuh bayi mulai menyerap kalsium yang dapat menunjang pertumbuhan tulang dan gigi, sehingga pemberian supplemen kalsium tidak boleh dilupakan, pemberian vitamain C dan B compleks sangat membantu pembentukan sistim kekebalan tubuh bayi.

Ketika bayi tumbu menjadi balita, mereka bisa diberi makanan yang kaya nutrisi seperti sop ayam dan jus sayuran hijau secara reguler. Jangan lupa susu dan produk susu lain untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Zat besi dan folic acid untuk mencegah anemia, keadaan berbahaya dimana bayi kekurangan zat darah merah secara drastis.

Bayi pada awal pertumbuhannya memerlukan kalori exstra, sehingga makanan yang kaya kalori dan karbohidrat sangat di perlukan. Jangan biarkan bayi anda memakan makanan junk food dan air berkarbon dan minuman dingin lainnya. Makanan dan minuman tersebut bisa merusak sistem pencernaan bayi dan tidak memberikan gizi apapun untuk bayi. Kopi, teh, dan alkohol sangat terlarang untuk bayi. Makanan ringan dan makanan manis juga harus dibatasi walaupun tidak harus dihilangkan sama sekali, karena gula murni dibutuhkan untuk menghasilkan energi bagi tubuh. Kita harus menggunakan garam berzodium untuk mencegah penyakit gondok.

Ketika bayi mempunyai cukup gigi kita bisa memberikan nasi, gandum dan sereal. Kacang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi.

Perbanyak makanan yang direbus dari pada digoreng.

Kentang, kubis, tomat, dan bayam sangat di perlukan oleh bayi, kita dapat merebusnya dan menghancurkannya terlebih dahulu sebelum kita memberikan pada bayi kita.

Sumber : Prinsip Memilih Makanan Bayi Yang Baik http://bidanku.com/index.php?/prinsip-memilih-makanan-bayi-yang-baik#ixzz2cf5fNA8h
Follow us: @bidanku on Twitter | bidanku on Facebook

Jumat, 02 Agustus 2013

Menguyah Perlahan Bisa Menjaga Pencernaan


rata orang hanya menghabiskan 20 menit hingga 23 menit dari total waktu gabungan menghabiskan sarapan, makan siang dan makan malam. Rinciannya enam menit untuk sarapan, delapan menit untuk makan siang dan hanya sembilan menit untuk makan malam.

Menurut sebuah survei yang dilakukan Organic Food Stuff Brand Conscious Food, 80 persen peserta yang disurvei mengatakan bahwa, mereka tahu sebenarnya makan terlalu terburu-buru tidak dianjurkan. Namun gaya hidup yang sibuk tidak memungkinkan untuk makan dengan perlahan.

Lebih dari setengah peserta yang disurvei mengaku melahap makan siang mereka sambil melakukan pekerjaan lainnya. Sementara sepertiga lainnya mengaku melahap makan siang mereka begitu cepat, dimana mereka bahkan nyaris tidak melihat makanan mereka.

"Tuntutan pekerjaan adalah penyebab utama bagi para pekerja untuk makan secara cepat. Namun makan dengan cepat dan tidak mengunyah makanan dengan baik, akan berakibat bagi masalah pencernaan anda," kata pendiri Conscious Food Christina Locke, seperti yang dilansir laman Lifestyle.Iafrica, Rabu (3/7).

Locke menjelaskan bahwa waktu yang dihabiskan untuk makan dan mengunyah dengan perlahan makanan sangat penting untuk kesehatan pencernaan kita.

"Enam puluh lima persen orang berpikir bahwa setiap suapan harus dikunyah 10 kali atau bahkan kurang. Namun, pada kenyataannya kita harus mengunyah makanan antara 20 kali hingga 30 kali agar pencernaan kita tetap stabil," pungkasnya.
Semoga Bermanfaat :)